PIK KRR SMAN 1 PAJANGAN's Blog

Just another WordPress.com weblog

Kesehatan Reproduksi Remaja

Posted by pikkrrsman1pajangan pada Maret 9, 2010

Kesehatan Reproduksi Remaja

Oleh : dr. Sri Rejeki


PENGERTIAN

Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya. Atau Suatu keadaan dimana manusia dapat menikmati kehidupan seksualnya serta mampu menjalankan fungsi dan proses reproduksinya secara sehat dan aman.

TUMBUH KEMBANG REMAJA.

Masa remaja dibedakan dalam :

  1. Masa remaja awal, 10 – 13 tahun.
  2. Masa remaja tengah, 14 – 16 tahun.
  3. Masa remaja akhir, 17 – 19 tahun.

Pertumbuhan fisik pada remaja perempuan :

  1. Mulai menstruasi.
  2. Payudara dan pantat membesar.
  3. Indung telur membesar.
  4. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat.
  5. Vagina mengeluarkan cairan.
  6. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina.
  7. Tubuh bertambah tinggi.

Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki :

  1. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap.
  2. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin.
  3. Tumbuh kumis.
  4. Mengalami mimpi basah.
  5. Tumbuh jakun.
  6. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang.
  7. Penis dan buah zakar membesar.

Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki, mengalami perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab, yaitu :

  1. Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya.
  2. Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua.
  3. Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri.
  4. Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya.

Hal tersebut diatas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya.

MENSTRUASI ATAU HAID.

Bila menstruasi baru mulai periodenya mungkin tidak teratur dan dapat terjadi sebulan dua kali menstruasi kemudian beberapa bulan tidak menstruasi lagi. Hal ini memakan waktu kira-kira 3 tahun sampai menstruasi mempunyai pola yang teratur dan akan berjalan terus secara teratur sampai usia 50 tahun. Bila seorang wanita berhenti menstruasi disebut menopause. Siklus menstruasi meliputi :

  1. Indung telur mengeluarkan telur (ovulasi) kurang lebih 14 hari sebelum menstruasi yang akan datang.
  2. Telur berada dalam saluran telur, selaput lendir rahim menebal.
  3. Telur berada dalam rahim, selaput lendir rahim menebal dan siap menerima hasil pembuahan.
  4. Bila tidak ada pembuahan, selaput rahim akan lepas dari dinding rahim dan terjadi perdarahan. Telur akan keluar dari rahim bersama darah.

Panjang siklus menstruasi berbeda-beda setiap perempuan. Ada yang 26 hari, 28 hari, 30 hari, atau bahkan ada yang 40 hari. Lama menstruasi pada umumnya 5 hari, namun kadang-kadang ada yang lebih cepat 2 hari atau bahkan sampai 5 hari. Jumlah seluruh darah yang dikeluarkan biasanya antara 30 – 80 ml. Selama masa haid, yang perlu diperhatikan adalah kebersihan daerah kewanitaan dengan mengganti pembalut sesering mungkin.

MIMPI BASAH, BAGAIMANA BISA TERJADI ?

Ketika seseorang laki-laki memasuki masa pubertas, terjadi pematangan sperma didalam testis. Sperma yang telah diproduksi ini akan dikeluarkan melalui Vas Deferens kemudian berada dalam cairang mani yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Air mani yang telah mengandung sperma ini akan keluar yang disebut ejakulasi. Ejakulasi yang tanpa rangsangan yang nyata disebut mimpi basah. Masturbasi adalah memberikan rangsangan pada penis dengan gerakan tangan sendiri sehingga timbul ereksi yang disusul dengan ejakulasi, atau disebut juga onani.

KEHAMILAN.

Merupakan akibat utama dari hubungan seksual. Kehamilan dapat terjadi bila dalam berhubungan seksual terjadi pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel sperma. Proses kehamilan dapat diilustrasikan sebagai berikut :

  1. Sel telur yang keluar dari indung telur pada saat ovulasi akan masuk kedalam sel telur.
  2. Sperma yang tumpah didalam saluran vagina waktu senggama akan bergerak masuk kedalam rahim dan selanjutnya ke saluran telur.
  3. Di saluran telur ini, sperma akan bertemu dengan sel telur dan langsung membuahi.

Tanda-tanda kehamilan :

  1. Sering mual-mual, muntah dan pusing pada saat bangun tidur (morning sickness) atau sepanjang hari.
  2. Mengantuk, lemas, letih dan lesu.
  3. Amenorhea (tidak mengalami haid).
  4. Nafsu makan menurun, namun pada saat tertentu menghendaki makanan tertentu (nyidam).
  5. Dibuktikan melalui tes laboratorium yaitu HCG Test dan USG.

Perubahan fisik seperti payudara membesar dan sering mengeras, daerah sekitar Aerola Mammae (sekitar puting) membesar.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

NAPZA? Makanan Apaan Tu?

Posted by pikkrrsman1pajangan pada Maret 9, 2010

NAPZA? Makanan Apaan Tu?

Apa itu NAPZA ?
NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, Psikotropika, Dan Zat Adiktif lainnya. Kata lain yang sering dipakai adalah Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan-bahan berbahaya lainnya)

NAPZA adalah zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral (melalui mulut), dihirup (melalui hidung) Ada banyak istilah yang dipakai untuk menunjukkan penyalahgunaan zatzat berbahaya. Dalam buku ini selanjutnya akan digunakan istilah NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) dengan catatan tidak semua jenis NAPZA tersebut akan dibahas secara khusus dan terperinci, misalnya Alkohol dan Tembakau. maupun intravena (melalui jarum suntik) sehingga dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang.
Penggunaan NAPZA berlanjut akan mengakibatkan ketergantungan secara fisik dan/atau psikologis serta kerusakan pada sistem syaraf dan organ-organ otonom. NAPZA terdiri atas bahan-bahan yang bersifat alamiah (natural) maupun yang sintetik (buatan). Bahan alamiah terdiri atas tumbuh-tumbuhan dan tanaman, sedangkan yang buatan berasal dari bahan-bahan kimiawi.
Narkotika
Pengertian umum
NARKOTIKA: zat-zat alamiah maupun buatan (sintetik) dari bahan candu/kokaina atau turunannya dan padanannya – digunakan secara medis atau disalahgunakan – yang mempunyai efek psikoaktif.
Pengertian menurut UU
Menurut Undang-undang RI No. 22/1997 tentang narkotika, Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Narkotika dibedakan dalam 3 golongan sebagai berikut :
• Narkotika golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : heroin, kokain dan ganja.
• Narkotika golongan II : Narkotika yang berkhasiat untuk pengobatan, digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : morfin, petidin, turunan/garam dalam golongan tersebut.
• Narkotika golongan III : Narkotika yang berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan Contoh : kodein, garam-garam narkotika dalam golongan tersebut.
Alkohol

ALKOHOL : zat aktif dalam berbagai minuman keras, mengandung etanol yang berfungsi menekan syaraf pusat

Psikotropika

Pengertian umum
PSIKOTROPIKA: adalah zat-zat dalam berbagai bentuk pil dan obat yang mempengaruhi kesadaran karena sasaran obat tersebut adalah pusat-pusat tertentu di sistem syaraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Menurut UU no.5/1997 Psikotropik meliputi : Ecxtacy, shabu-shabu, LSD, obat penenang/tidur, obat anti depresi dan anti psikosis. Sementara PSIKOAKTIVA adalah istilah yang secara umum digunakan untuk menyebut semua zat yang mempunyai komposisi kimiawi berpengaruh pada otak sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, pikiran, persepsi, kesadaran.

Pengertian menurut UU
Menurut Undang-undang RI No. 5/1997 tentang Psikotropika : psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Psikotropika dibedakan dalam 4 golongan sebagai berikut :
• Psikotropika golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan Contoh : MDMA, ekstasi, LSD, ST
• Psikotropika golongan II : Psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan. Contoh : amfetamin, fensiklidin, sekobarbital, metakualon, metilfenidat (ritalin).
• Psikotropika golongan III : Psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindrom ketergantungan. Contoh : fenobarbital, flunitrazepam.
• Psikotropika golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan. Contoh: diazepam, klobazam, bromazepam, klonazepam, khlordiazepoxide, nitrazepam (BK,DUM,MG)
ZAT ADIKTIF
ZAT ADIKTIF lainnya yaitu zat-zat yang mengakibatkan ketergantungan seperti zat-zat solvent termasuk inhalansia (aseton, thinner cat, lem). Zat-zat tersebut sangat berbahaya karena bisa mematikan sel-sel otak. Zat adiktif juga termasuk nikotin (tembakau) dan kafein (kopi).

Kalo sudah tahu bahayanya udah bisa tentuin sikap Donk…..
Say No To Drugs, Semoga Berguna….



Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Tips Gaya Pacaran yang Sehat biar Aman!

Posted by pikkrrsman1pajangan pada Maret 9, 2010

Tips Gaya Pacaran yang Sehat biar Aman!

Di jaman ini pacaran telah menjadi semacam life style/ gaya Hidup baru bagi remaja dan merupakan hal yang lumbrah. Remaja mengalami perubahan fisik dan psikis pada masa-masa yang dilaluinya, dimana remaja ingin mencoba karena terdorong rasa ingin tahu mereka yang tinggi, Remaja memiliki banyak waktu senggang diantara jam kuliah atau pulang sekolah ataupun antara kuliah,
remaja belum memiliki orietasi materi karena kehidupannya masih serba ditanggung oleh orangtunaya, jadi tidak ada hal penting yang terlalu membebani pikiran remaja.

CELAKANYA, Gaya pacaran remaja di zaman sekarang telah mengarah pada perilaku yang diluar batas, disinilah mulai muncul masa pacaran yang didalamnya terkait perilaku seks untuk mengisi waktu senggang mereka, dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan perilaku seks yang tidak semustinya mereka lakukan.

Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul oleh karena dorongan seksual. Perilaku seksual bermacam-macam mulai dari bergandengan tangan, pelukan, kissing necking, petting, licking dan sampai berhubungan seksual. Dan perilaku seksual bisa diibaratkan seperti bola salju yang sekali dilepaskan dari atas bukit akan semakin membesar terus dan susah untuk dihentikan.

Pacaran sehat adalah suatu proses pacaran dimana keadaan fisik, mental dan sosialnya dalam keadaan baik. Sehat secara fisik berarti tak ada kekerasan dalam berpacaran. Biarpun cowok secara fisik lebih kuat, bukan berarti bisa seenaknya menindas kaum hawa. Pada intinya dilarang kontak dalam bentuk kekerasan fisik. Selain itu, menjaga kondisi tubuh diri dan pasangan agar tetap sehat juga merupakan hal yang harus dilakukan dan tentunya menguntungkan satu sama lain.

Pacaran sebenarnya merupakan waktu bagi sepasang individu untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Pacaran pastinya memiliki efek dan bias terhadap kehidupan masing-masing. baik secara positif ataupun negatif tergantung bagaimana cara menjalaninya.

Selama pacaran dilakukan dalam batas-batas yang benar, pacaran dapat mendatangkan banyak hal positif.

Dengan kata lain yang perlu dan harus kita jalani adalah ”pacaran sehat”.

Di dalam proses pacaran kita tidak hanya dituntut untuk mengenali emosi diri sendiri, tetapi juga emosi orang lain. Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik. Jadi tak bijaksana bila melakukan kekerasan nonfisik, marah-marah, apalagi mengumpat-umpat orang lain termasuk pacar kita. Tapi bukan dalam arti diam saat timbul masalah, selesaikanlah dengan bijak, bicarakan secara terbuka. Tanpa keterbukaan akan menimbulkan konflik dalam diri masing-masing yang bahkan bisa mengarah terhadap rutinitas harian dan prestasi belajar ataupun bekerja.

Pacaran itu tak mengikat

Artinya, hubungan sosial dengan yang lain harus tetap terjaga. Kalau pagi, siang dan malam selalu bareng bersama pacar, bisa bahaya lho!! Bisa-bisa nggak punya teman. Dan bukan tak mungkin, kita akan merasa asing di lingkungan sendiri. Enggak mau seperti itu kan??Tapi bukan dalam arti hubungan ”bebas” yang sebebas-bebasnya… Tentunya kita harus menghormati apa yang menjadi pegangan serta tujuan dalam berpacaran. Jika status telah mengarah pada ikatan lebih ”serius” (dalam arti penikahan) maka kita harus lebih bijak dalam menjaga kepercayaan untuk mencegah terlukainya perasaan pasangan masing-masing. Membangun kepercayaan merupakan hal yang penting dalam keharmonisan suatu hubungan.

Seks saat Pacaran??? Jangan dulu deh..

Secara biologis, masa remaja merupakan masa perkembangan dari kematangan seksual. Tanpa disadari, pacaran mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik bisa memicu keinginan untuk melakukan kontak fisik yang merupakan insting dasar setiap organisme. Apabila diteruskan dapat menjadi tak terkontrol alias kebablasan. Jadi, dalam berpacaran kita harus saling menjaga untuk tak melakukan hal-hal yang berisiko terhadap perkembangan fisik dan mental remaja, salah satunya adalah perilaku seksual. Oleh karena itu, pengendalian diri dalam berpacaran tentunya sangat diperlukan.

Apa saja yang mempengaruhi perilaku seksual remaja??

1. Faktor internal

Bagaimana kita mengekspresikan perasaan, keinginan dan pendapat tentang berbagai macam masalah. Bagaimana menentukan pilihan ataupun mengambil keputusan bukan hal yang mudah. Dalam memutuskan sesuatu, kita harus punya dasar, pertimbangan dan prinsip yang matang

2. Faktor Eksternal

Perilaku seks diantara kita juga dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Contohnya :

- Kemampuan orang terdekat utamanya orang tua dalam mendidik tentunya akan mempengaruhi pemahaman kita mengenai suatu hal, terutama masalah seksual.
- Agama mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk. Pemahaman terhadap apa yang diajarkan agama akan mempengaruhi perilaku kita
- Remaja cenderung banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya sehingga tingkah laku dan nilai-nilai yang kita pegang banyak dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan kita
- Teknologi informasi yang makin berkembang memudahkan kita mengakses informasi setiap saat. Tetapi, kemajuan teknologi informasi tak selalu membawa pengaruh yang positif. It’s depend on you guys!!!

Pengaruh buruk pacaran tak sehat apa aja sih??

- Cedera fisik (memar, luka-luka, dll)
- Kondisi tubuh lemah; mudah sakit
- Perasaan tertekan; curiga yang berlebihan; bingung
- Kehilangan teman; merasa asing dilingkungan sendiri
- Terkena penyakit menular seksual (PMS)
- Kehamilan tidak diinginkan (KTD); aborsi; pernikahan dini
- HIV/AIDS

- Stress yang parah; gila; keinginan bunuh diri

- Meninggal dunia

TIPS pacaran sehat

Jika tak ingin pacaran tak sehat terjadi pada dirimu maka beberapa hal yang perlu kalian resapi dan pertimbangkan diantaranya:

- Kasih sayang, setia
- Jangan melakukan tindakan kekerasan
- Luangkan waktu untuk bergaul dengan teman-teman
- Jangan sakiti perasaan pasangan; jangan cemburu yang berlebih
- Jangan menghabiskan waktu seharian berdua saja apalagi di tempat-tempat sepi
- Lakukan kegiatan-kegiatan positif bersama seperti belajar, berolahraga, dan sembahyang –bersama
- Hindari buku-buku, majalah, gambar-gambar, video yang isinya seputar seks. Karena sekali dan sekilas saja kita melihat gambar, video atau cerita seks tersebut bakal ‘terekam tak pernah mati’ di pikiran dan akan timbul keinginan untuk mengulangi ataupun mempraktekkannya
- Pengendalian diri untuk tidak berbuat diluar batas ketika sedang kontak fisik dengan pasangan
- Jangan pernah mengatasnamakan hubungan seks sebagai bukti cinta kalian (cinta tak sama dengan seks).

Untuk menjaga hubungan pacaran kalian menjadi tetap awet dan aman kita harus punya prinsip. Artinya, segala sesuatu yang akan kita lakukan ada dasar dan jelas tujuannya. Dalam pacaran, bukan tak mungkin kita menemukan perbedaan prinsip, beda batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh dilakukan. Hal tersebut wajar saja, asalkan bisa tetap saling menghargai. Tiap orang punya hak untuk bicara terbuka termasuk mengungkapkan prinsip masing-masing. Sikap saling pengertian sangat diperlukan dalm proses ini. Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain. Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita tak bisa mengkomunikasikannya dengan baik.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Membuat Criping Manis, Pedas dan Gurih

Posted by pikkrrsman1pajangan pada Februari 4, 2010

Membuat Criping Manis

Criping Pisang Dollar

Bahan :

  • Pisang Kapok Kuning
  • Gula
  • Garam
  • Minyak Goreng
  • Air

Cara Membuat :

  1. Pisang Kapok Kuning di kupas lalu di cuci.
  2. Setelah itu iris tipis-tipis.
  3. Kemudian digoreng sampai warna kuning kecoklatan lalu tiriskan.
  4. Untuk criping sebanyak 1/2 kg diberi gula 1/2 ons dan garam secukupnya.
  5. Gula dipanaskan bersama air dan garam. setelah gula larut dan mrambut (kental) masukkan criping.
  6. Tiriskan, dan criping siap dihidangkan.

Membuat Criping Pedas

Bahan :

  • Pisang Kapok Kuning
  • Bumbu Balado secukupnya
  • Garam
  • Minyak Goreng
  • Air

Cara Membuat :

  1. Pisang Kapok Kuning di kupas lalu di cuci.
  2. Setelah itu iris tipis-tipis.
  3. Kemudian digoreng sampai warna kuning kecoklatan lalu tiriskan.
  4. Taburkan bumbu balado, kocok sampai merata.
  5. Tiriskan, dan criping siap dihidangkan.

Membuat Criping Gurih

Bahan :

  • Pisang Kapok Kuning
  • Gula
  • Garam
  • Bawang putih
  • Ketumbar
  • Minyak Goreng
  • Air

Cara Membuat :

  1. Pisang Kapok Kuning di kupas lalu di cuci.
  2. Setelah itu iris tipis-tipis.
  3. Haluskan bumbu berupa garam, bawang putih,  ketumbar. kemudian larutkan dalam air.
  4. Rendam irisan pisang dalam air bumbu selama 30 menit.
  5. Kemudian digoreng sampai warna kuning kecoklatan lalu tiriskan.
  6. Tiriskan, dan criping siap dihidangkan.

Selamat Mencoba !!

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Segarnya Sirup Buah Buatan Sendiri

Posted by pikkrrsman1pajangan pada Februari 4, 2010

Segarnya Sirup Buah Buatan Sendiri

Sirup Jambu Biji

Sirup Jambu Biji

Sirup buah yang nikmat dapat dibuat sendiri dengan cara sebagai berikut:

BAHAN :

  • Siapkan 500 gram bahan buah yang akan dibuat sirup (marquisa, strowberi, jambu, mangga, jeruk, atau melon) ambil daging buahnya.
  • Gula pasir 500 gram.
  • Glukosa 250 gram.
  • Garam Secukupnya.
  • Air 500 ml.
  • Pewarna makanan sesuai warna buah secukupnya.

Cara Membuat :

  1. Rebus daging buah dan air diatas api kecil hingga sari buahnya keluar. angkat dan saring.
  2. Campur sari buah, gula pasir, glukosa dan garam, aduk rata. rebus diatas api kecil sambil sesekali diaduk hingga kental. angkat.
  3. Tambahkan pewarna. Aduk rata.
  4. Sirup siap digunakan.

TIPS :

  • Agar aroma buahnya lebih tajam, tambahkan beberapa tetes esen setelah sirup agak dingin.
  • Kalau tidak mau repot, campur saja semua bahan, rebus jadi satu baru disaring.
  • Jika tidak ada glukosa, ganti saja dengan gula pasir sesuai jumlah glukosa yang diperlukan.
  • Jika ingin sirup sedikit asam, tambahkan saja citrun secukupnya.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Cara Membuat Telur Asin

Posted by pikkrrsman1pajangan pada Februari 4, 2010

Cara Membuat Telur Asin

Telor asin atau telur asin merupakan salah satu jenis pengawetan untuk telur. Hal ini dimaksudkan agar telur dapat bertahan lebih lama. Lalu bagaimana cara membuat telur asin ini? Ternyata cara untuk membuat telur asin tidak terlalu susah. Berikut ini cara untuk membuat telur asin.

  1. Pilih telur yang bermutu baik .
  2. Cucilah telur dan bersihkan telur dari kotoran yang melekat. Lebih baik lagi bila menggunakan air hangat.
  3. Keringkan telur yang telah dicuci tersebut. Gunakan lap agar proses dapat berjalan lebih cepat.
  4. Amplas seluruh permukaan telur secara merata agar pori-porinya terbuka. Ketika mengamplas jangan terlalu lama sebab kulit telur akan semakin tipis sehingga akan semakin mudah retak atau pecah.
  5. Buat adonan pengasin. Pertama-tama buat campuran abu gosok dan garam dengan perbandingan 1:1. Setelah itu tambahkan air secukupnya sampai membentuk pasta. Selain abu gosok dapat juga menggunakan bubuk bata merah.
  6. Bungkus setiap telur dengan adonan secara merata di permukaan telur dengan tebal ±2 mm.
  7. Simpan telur dalam ember plastik selama 2-3 minggu dan letakkan pada ruang terbuka.. Semakin lama disimpan kadar garam dalam telur akan semakin tinggi sehingga telur akan semakin awet tetapi rasanya akan semakin asin.
  8. Setelah selesai bersihkan telur dan pastikan telur tetap dalam keadaan utuh dan bagus.
  9. Bila  ingin telur asin dapat lebih tahan lama, rendam telur dalam larutan teh selama ± 1 minggu. Hal ini dilakukan agar zat tanin yang terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-pori kulit telur yang sebelumnya terbuka akibat proses pengampelasan.
  10. Bersihkan dan rebus telur asin hingga benar-benar masak.

Berikut merupakan komposisi nilai gizi yang terkandung dalam telur .

Komposisi Satuan Telur Ayam Telur Bebek (Itik) Telur Bebek Asin
Kalori kal 162 189 195
Protein g 12,8 13,1 13,6
Lemak g 11,5 14,3 13,6
Hidrat arang g 0,7 0,8 1,4
Kalsium mg 54 56 120
Fosfor mg 180 175 157
Besi mg 2,7 2,8 1,8
Vitamin A S.I. 900 1230 841
Vitamin B-1 mg 0,10 0,18 0,28
Air g 74 70,8 66,5

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

HIV/AIDS, Kapakah bisa ditanggulangi?

Posted by pikkrrsman1pajangan pada Februari 4, 2010

HIV, Kapankah bisa ditanggulangi?

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penularan HIV dapat melalui hubungan sex dengan penderita AIDS, pemakaian jarum suntik bekas yang telah digunakan untuk pasien AIDS, dan lahir dari ibu atau meminum susu ibu penderita AIDS.

Virus HIV yang terinfeksi menyerang sistem imun di dalam tubuh manusia sehingga berakibat fatal. Sampai saat ini belum ditemukan obat maupun vaksin penangkalnya. Namun berbagai usaha tengah dilakukan dalam upaya penemuan obat/vaksin tersebut.

Sejarah AIDS

Penyakit AIDS, pertama kali ditemukan pada awal tahun 1980-an. Kebanyakan penderitanya adalah pria “gay”, sehingga pada waktu itu dinamakan “gay compromise syndrome” atau “gay-related immune deficiency”. Pada Juli 1982, jumlah kasus di Amerika Serikat dilaporkan berjumlah 452 orang.

Pada akhir 1982, dilaporkan seorang anak yang yang menerima transfusi darah menderita AIDS dan akhirnya meninggal dunia. Kejadian ini menimbulkan dugaan bahwa AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh agen penular (infectious agent). Setelah itu juga diketahui bahwa penyakit ini tidak hanya terjadi di Amerika, dan tidak hanya terjadi pada “gay” tapi juga pada laki-laik dan perempuan yang normal.

Pada bulam Mei 1983, grup peneliti dari Institute Pasteur, Prancis yang diketuai oleh Luc Montagnier berhasil mengisolasi virus yang diduga menjadi penyebab AIDS, dan virus ini kemudian diberi nama “lymphadenophaty-associated virus” (virus perusak limpa).

Setahun berikutnya, Robert C. Gallo dan kawan-kawan dari National Cancer Institute, Amerika berhasil mengisolasi virus penyebab AIDS yang dinamakan HTLV-III (Human T cell Lymphotropic Virus, type 3). Dengan diisolasinya virus ini, semua orang optimis kalau AIDS bisa segera diatasi dengan menggunakan vaksin. Bahkan pada saat itu, sekretaris Healt and Human Service, Amerika Serikat, Margaret Hecker mengatakan bahwa vaksin yang siap uji akan diperoleh dalam dua tahun mendatang. Namun kenyataannya tidah semudah itu dan terbukti sampai sekarang belum ada vaksin yang ampuh.

Karena virus LAV dan HTLV-III adalah sama, pada tahun 1986, komite internasional untuk taksonomi virus (the International Committee on the Taxonomy of Viruses) sepakat untuk tidak memakai nama LAV atau HTLV-III, dan memberi nama baru yaitu HIV.

Dua puluh tahun telah berlalu sejak ditemukannya HIV. Dalam rangka peringatan 20 tahun penelitian HIV, pada bulan Juli 2003 jurnal Nature Medicine menerbitkan edisi khusus yang menfokuskan pada HIV. Penerbitan ini bersamaan dengan International AIDS Society Conference on HIV Pathogenesis and Treatment yang diadakan di Paris pada Juli 2003 yang lalu.

Penelitian mengenai HIV dimulai sejak tahun 1983, dimana grup peneliti Prancis yang diketuai oleh Luc Montagnier menduga bahwa ada hubungan antara retrovirus dengan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Setahun berikutnya, Robert C. Gallo dan kawan-kawan berhasil mengisolasi retrovirus dari pasien AIDS. Virus ini kemudian diberi nama HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Sampai saat ini, lebih dari 20 juta jiwa telah meninggal karena AIDS. Dan sekarang diperkirakan penderita AIDS berjumlah lebih dari 42 juta. Jumlah ini terus bertambah dengan kecepatan 15,000 pasien per hari. Jumlah pasien di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara sendiri diperkirakan berjumlah sekitar 5,6 juta.

Sejak penemuannya, ribuan peneliti di seluruh dunia telah ikut berperan dalam penelitian HIV. Lebih dari 125 ribu artikel tentang HIV telah dipublikasi, namun masalah AIDS masih belum terpecahkan.

Terapi kimia

Berbagai cara pengobatan telah diterapkan untuk penyembuhan penyakit AIDS. Yang banyak dipraktekan secara klinis sampai saat ini adalah pengobatan dengan obat kimia (chemotherapy). Obat-obat ini biasanya adalah inhibitor enzim yang diperlukan untuk replikasi virus itu sendiri, seperti inhibitor enzim reverse transcriptase atau protease.

Zidovudin, atau yang lebih dikenal dengann AZT, adalah obat AIDS yang pertama kali digunakan. Obat yang merupakan inhibitor enzim reverse transciptase ini mulai digunakan sejak tahun 1987. Setelah itu dikembangkan inhibitor protease seperti indinavir, ritonavir dan nelfinavir. Sampai saat ini Food and Drug Administration (FDA), Amerika telah mengizinkan penggunaan sekitar 20 jenis obat-obatan.

Pada umumnya, pemakaian obat-obat ini adalah dengan kombinasi satu sama lainnya. Hal ini disebabkan karena pemakaian obat tunggal, selain tidak efektif juga menyebabkan mudah munculnya virus yang resisten terhadap obat tersebut. Pemakaian obat kombinasi ini menjadi standar pengobatan AIDS saat ini, dan cara ini dinamakan highly active antiretroviral threapy (HAART). Dengan HAART ini biasanya 4 sampai 6 pil yang diminum 3 kali sehari.

Jumlah yang banyak dan frekuensi yang sering ini sangat memberatkan pasien baik dari segi fisik maupun ekonomi. Karena keberatan ini, terkadang pasien lupa meminumnya dan kelupaan ini akan menjadi fatal karena virus akan berkembangbiak lagi.

Terapi gen

Pendekatan lain yang dilakukan adalah terapi gen (gene therapy). Artinya, pengobatan dilakukan dengan mengintroduksikan gen anti-HIV ke dalam sel yang terinfeksi HIV. Gen ini bisa berupa antisense (DNA yang mempunyai barisan komplementari) dari salah satu enzim yang diperlukan untuk replikasi virus tersebut atau ribozyme yang berupa antisense RNA yang memiliki kemampuan untuk menguraikan RNA yang menjadi target.

Antisense yang diintroduksikan dengan vektor akan menjalani proses transkripsi menjadi RNA bersamaan dengan messenger RNA virus (mRNA). Setelah itu, RNA antisense ini akan berinteraksi dengan mRNA dari enzim tersebut dan mengganggu translasi mRNA sehingga tidak menjadi protein. Karena enzim yang diperlukan untuk replikasi tidak berhasil diproduksi, otomatis HIV tidak akan berkembangbiak di dalam sel. Sama halnya dengan antisense, ribozyme juga menghalangi produski suatu protein tapi dengan cara menguraikan mRNAnya.

Pendekatan yang dilakukan melalui RNA ini juga bagus dilihat dari segi imunologi, karena tidak mengakibatkan respon imun yang tidak diinginkan. Hal ini berbeda dengan pendekatan melalui protein yang menyebabkan timbulnya respon imun di dalam tubuh.

Untuk keperluan terapi gen ini, dibutuhkan sistem pengantar gen (gene delivery) yang efesien, yang akan membawa gen hanya kepada sel yang telah dan akan diinfeksi oleh HIV. Selain itu, sistem harus bisa mengekspresikan gen yang dibawa dan tidak mengakibatkan efek yang berasal dari virus itu sendiri. Untuk memenuhi syarat ini, HIV itu sendiri penjadi pilihan utama.

Pemikiran untuk memanfaatkan virus HIV sebagai vektor dalam proses gen transfer ini diwujudkan pertama kali pada tahun 1991 oleh Poznansky dan kawan-kawan dari Dana-Farber Cancer Institute, Amerika. Setelah itu penelitian tentang penggunaan HIV sebagai vektor untuk terapi gen berkembang pesat, sesuai dengan perkembangan penelitian HIV itu sendiri.

Wenzhe Ho dari The Children Hospital of Philadelphia bekerjasama dengan Julianna Lisziewicz dari National Cancer Institute berhasil menghambat replikasi HIV di dalam sel dengan menggunakan anti-tat, yaitu antisense tat protein (enzim yang esensial untuk replikasi HIV). Sementara itu, beberapa grup juga berhasil menghambat perkembangbiakan HIV dengan menggunakan ribozyme.

Hal lain yang penting dalam sistem ini adalah tingkat ekspresi gen yang stabil. Dari hasil percobaan dengan tikus, sampai saat ini telah berhasil dibuat vektor yang bisa mengekspresikan gen dengan stabil dalam jangka waktu yang lama pada organ seperti otak, retina, hati, dan otot. Walaupun belum sampai pada aplikasi secara klinis, aplikasi vektor HIV untuk terapi gen bisa diharapkan.

Hal ini lebih didukung lagi dengan penemuan small interfering RNA (siRNA) yang berfungsi menghambat expressi gen secara spesifik. Prinsipnya sama dengan antisense dan ribozyme, tapi siRNA lebih spesifik dan hanya diperlukan sekitar 20 bp (base pair/pasangan basa), sehingga lebih mudah digunakan. Baru-baru ini David Baltimore dari University of California, Los Angeles (UCLA) berhasil menekan infeksi HIV terhadap sel T (human T cell) dengan menggunakan siRNA terhadap protein CCR5 yang merupakan co-reseptor HIV. Dalam penelitian ini, HIV digunakan sebagai sistem pengantar gen.

Vaksin

Selain itu juga dilakukan usaha untuk pengembangan vaksin untuk pencegahan terhadap infeksi HIV. Diantaranya yang cukup memberi harapan adalah kandidat vaksin dari rekombinant protein gp120, protein selaput (envelope protein) virus HIV. Dari hasil percobaan menggunakan simpanse, didapatkan bahwa vaksin ini mencegah simpanse dari infeksi HIV. Kandidat vaksin ini dikembangkan oleh VaxGen Inc., perusahaan yang bergerak di bidang produk biologi untuk penyakit menular yang berpusat di Australia.

Setelah terbukti keampuhannya pada simpanse, kandidat vaksin yang bernama AIDSVAX ini kemudian memasuki pengujian klinis melalui beberapa fase pada manusia. Pengujian klinis lolos untuk pada fase 1, dimana yang diuji adalah tingkat keamanan dan dosisnya. Begitu juga untuk fase 2, yaitu pengujian dalam skala besar terhadap tingkat stimulasi antibodinya. Namun sayang sekali, AIDSVAX ini tidak bisa lolos dalam fase 3. Dalam fase ini dilakukan pengujian skala besar terhadap ketahanan manusia yang telah divaksinasi terhadap serangan virus HIV.

Walaupun demikian, usaha pengembangan vaksin masih tetap dilaksanakan. Tentunya kita berharap obat dan vaksin HIV bisa ditemukan segera.

Penutup

Masalah AIDS adalah masalah yang masih panjang dan membutuhkan waktu yang lama untuk pemecahannya. Ini sangat berat terutama bagi penderita AIDS itu sendiri. Bagi yang belum terinfeksi tentunya selalu berusaha supaya tidak terinfeksi dengan menghindari perbuatan yang memberi peluang terinfeksi HIV.

Dr. Andi Utama
Peneliti Puslit Bioteknologi-LIPI
Divisi Publikasi ISTECS-Japan
Sumber : Berita Iptek

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Adakah Obat untuk HIV/AIDS saat ini?

Posted by pikkrrsman1pajangan pada Februari 4, 2010

Adakah Obat untuk HIV/AIDS Saat Ini?

AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.

Karena ganasnya penyakit ini, maka berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat mengatasinya. Pengobatan yang berkembang saat ini, targetnya adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh HIV dan diperlukan oleh virus tersebut untuk berkembang. Enzim-enzim ini dihambat dengan menggunakan inhibitor yang nantinya akan menghambat kerja enzim-enzim tersebut dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan virus HIV.

HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan kemudian akan membentuk virus-virus baru.


Gambar 1A Struktur Virus HIV


Gambar 1B Daur hidup HIV

Obat-obatan yang telah ditemukan pada saat ini menghambat pengubahan RNA menjadi DNA dan menghambat pembentukan protein-protein aktif. Enzim yang membantu pengubahan RNA menjadi DNA disebut reverse transcriptase, sedangkan yang membantu pembentukan protein-protein aktif disebut protease.

Untuk dapat membentuk protein yang aktif, informasi genetik yang tersimpan pada RNA virus harus diubah terlebih dahulu menjadi DNA. Reverse transcriptase membantu proses pengubahan RNA menjadi DNA. Jika proses pembentukan DNA dihambat, maka proses pembentukan protein juga menjadi terhambat. Oleh karena itu, pembentukan virus-virus yang baru menjadi berjalan dengan lambat. Jadi, penggunaan obat-obatan penghambat enzim reverse transcriptase tidak secara tuntas menghancurkan virus yang terdapat di dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan jenis ini hanya menghambat proses pembentukan virus baru, dan proses penghambatan ini pun tidak dapat menghentikan proses pembentukan virus baru secara total.

Obat-obatan lain yang sekarang ini juga banyak berkembang adalah penggunaan penghambat enzim protease. Dari DNA yang berasal dari RNA virus, akan dibentuk protein-protein yang nantinya akan berperan dalam proses pembentukan partikel virus yang baru. Pada mulanya, protein-protein yang dibentuk berada dalam bentuk yang tidak aktif. Untuk mengaktifkannya, maka protein-protein yang dihasilkan harus dipotong pada tempat-tempat tertentu. Di sinilah peranan protease. Protease akan memotong protein pada tempat tertentu dari suatu protein yang terbentuk dari DNA, dan akhirnya akan menghasilkan protein yang nantinya akan dapat membentuk protein penyusun matriks virus (protein struktural) ataupun protein fungsional yang berperan sebagai enzim.


Gambar 2 (klik untuk memperbesar)

Gambar 2 menunjukkan skema produk translasional dari gen gag-pol dan daerah di mana produk dari gen tersebut dipecah oleh protease. p17 berfungsi sebagai protein kapsid, p24 protein matriks, dan p7 nukleokapsid. p2, p1 dan p6 merupakan protein kecil yang belum diketahui fungsinya. Tanda panah menunjukkan proses pemotongan yang dikatalisis oleh protease HIV (Flexner, 1998).

Menurut Flexner (1998), pada saat ini telah dikenal empat inhibitor protease yang digunakan pada terapi pasien yang terinfeksi oleh virus HIV, yaitu indinavir, nelfinavir, ritonavir dan saquinavir. Satu inhibitor lainnya masih dalam proses penelitian, yaitu amprenavir. Inhibitor protease yang telah umum digunakan, memiliki efek samping yang perlu dipertimbangkan. Semua inhibitor protease yang telah disetujui memiliki efek samping gastrointestinal. Hiperlipidemia, intoleransi glukosa dan distribusi lemak abnormal dapat juga terjadi.


Gambar 3 (klik untuk memperbesar)

Gambar 3 menujukkan lima struktur inhibitor protease HIV dengan aktivitas antiretroviral pada uji klinis. NHtBu = amido tersier butil dan Ph = fenil (Flexner, 1998).

Uji klinis menunjukkan bahwa terapi tunggal dengan menggunakan inhibitor protease saja dapat menurunkan jumlah RNA HIV secara signifikan dan meningkatkan jumlah sel CD4 (indikator bekerjanya sistem imun) selama minggu pertama perlakuan. Namun demikian, kemampuan senyawa-senyawa ini untuk menekan replikasi virus sering kali terbatas, sehingga menyebabkan terjadinya suatu seleksi yang menghasilkan HIV yang tahan terhadap obat. Karena itu, pengobatan dilakukan dengan menggunakan suatu terapi kombinasi bersama-sama dengan inhibitor reverse transcriptase. Inhibitor protease yang dikombinasikan dengan inhibitor reverse transkriptase menunjukkan respon antiviral yang lebih signifikan yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama (Patrick & Potts, 1998).

Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Obat-obatan yang telah ditemukan hanya menghambat proses pertumbuhan virus, sehingga jumlah virus dapat ditekan.

Oleh karena itu, tantangan bagi para peneliti di seluruh dunia (termasuk Indonesia) adalah untuk mencari obat yang dapat menghancurkan virus yang terdapat dalam tubuh, bukan hanya menghambat pertumbuhan virus. Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, tentunya memiliki potensi yang sangat besar untuk ditemukannya obat yang berasal dari alam. Penelusuran senyawa yang berkhasiat tentunya memerlukan penelitian yang tidak sederhana. Dapatkah obat tersebut ditemukan di Indonesia? Wallahu a’lam.

Pustaka:

  1. Flexner, C. 1998. HIV-Protease Inhibitor. N. Engl. J.Med. 338:1281-1293
  2. Patrick, A.K. & Potts, K.E. 1998. Protease Inhibitors as Antiviral Agents. Clin. Microbiol. Rev. 11: 614-627.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

HIV

Posted by pikkrrsman1pajangan pada Februari 4, 2010

HIV

HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia – terutama CD4+ Sel T dan macrophage, komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh “tuan rumah” – dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan penyebab dasar AIDS.

//

Perkenalan

Istilah HIV telah digunakan sejak 1986 (Coffin et al., 1986) sebagai nama untuk retrovirus yang diusulkan pertama kali sebagai penyebab AIDS oleh Luc Montagnier dari Perancis, yang awalnya menamakannya LAV (lymphadenopathy-associated virus) (Barre-Sinoussi et al., 1983) dan oleh Robert Gallo dari Amerika Serikat, yang awalnya menamakannya HTLV-III (human T lymphotropic virus type III) (Popovic et al., 1984).

The phylogenetic tree of the SIV and HIV viruses.
(click on image for a detailed description.)

HIV adalah anggota dari genus lentivirus , bagian dari keluarga retroviridae yang ditandai dengan periode latensi yang panjang dan sebuah sampul lipid dari sel-host awal yang mengelilingi sebuah pusat protein/RNA. Dua spesies HIV menginfeksi manusia: HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 adalah yang lebih “virulent” dan lebih mudah menular, dan merupakan sumber dari kebanyakan infeksi HIV di seluruh dunia; HIV-2 kebanyakan masih terkurung di Afrika barat (Reeves and Doms, 2002). Kedua spesies berawal di Afrika barat dan tengah, melompat dari primata ke manusia dalam sebuah proses yang dikenal sebagai zoonosis.

HIV-1 telah berevolusi dari sebuah simian immunodeficiency virus (SIVcpz) yang ditemukan dalam subspesies simpanse, Pan troglodyte troglodyte (Gao et al., 1999).HIV-2 melompat spesies dari sebuah strain SIV yang berbeda, ditemukan dalam sooty mangabeys, monyet dunia lama Guinea-Bissau (Reeves and Doms, 2002).

HIV-1 memiliki 3 kelompok atau grup yang telah berhasil diidentifikasi berdasarkan perbedaan pada envelope-nya yaitu M, N, dan O (Thomson dkk, 2002). Kelompok M yang paling besar prevalensinya dan dibagi kedalam 8 subtipe berdasarkan seluruh genomnya, yang masing-masing berbeda secara geografis (Carr dkk, 1998). Subtipe yang paling besar prevalensinya adalah subtipe B (banyak ditemukan di Afrika dan Asia), subtipe A dan D (banyak ditemukan di Afrika), dan C (banyak ditemukan di Afrika dan Asia); subtipe-subtipe ini merupakan bagian dari kelompok M dari HIV-1. Ko-infeksi dengan subtipe yang berrbeda meningkatkan sirkulasi bentuk rekombinan (CRFs).

Penularan

HIV menular melalui hubungan kelamin dan hubungan seks oral, atau melalui anus, transfusi darah, penggunaan bersama jarum terkontaminasi melalui injeksi obat dan dalam perawatan kesehatan, dan antara ibu dan bayinya selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui. UNAIDS transmission. Penggunaan pelindung fisik seperti kondom latex dianjurkan untuk mengurangi penularan HIV melalui seks. Belakangan ini, diusulkan bahwa penyunatan dapat mengurangi risiko penyebaran virus HIV, tetapi banyak ahli percaya bahwa hal ini masih terlalu awal untuk merekomendasikan penyunatan lelaki dalam rangka mencegah HIV.

Pada akhir tahun 2004 diperkirakan antara 36 hingga 44 juta orang yang hidup dengan HIV, 25 juta di antaranya adalah penduduk sub-Sahara Afrika. Perkiraan jumlah orang yang terinfeksi HIV di seluruh dunia pada tahun 2004 adalah antara 4,3 juta hingga 6,4 juta orang. (AIDS epidemic update December 2004).

Wabah ini tidak merata di wilayah-wilayan tertentu karena ada negara-negara yang lebih menderita daripada yang lainnya. Bahkan pada tingkatan negara pun ada perbedaan tingkatan infeksinya pada daerah-daerah yang berlainan. Jumlah orang yang hidup dengan HIV terus meningkat di semua bagian dunia, meskipun telah dilakukan berbagai langkah pencegahan yang ketat.

Sub-Sahara Afrika tetap merupakan daerah yang paling parah terkena HIV di antara kaum perempuan hamil pada usia 15-24 tahun di sejumlah negara di sana. Ini diduga disebabkan oleh banyaknya penyakit kelamin, praktek menoreh tubuh, transfusi darah, dan buruknya tingkat kesehatan dan gizi di sana (Bentwich et al., 1995). Pada tahun 2000, WHO memperkirakan bahwa 25% unit darah yang ditransfusikan di Afrika tidak dites untuk HIV, dan bahwa 10% infeksi HIV di benua itu terjadi lewat darah.

Di Asia, wabah HIV terutama disebabkan oleh para pengguna obat bius lewat jarum suntik, hubungan seks baik antarpria maupun dengan pekerja seks komersial, dan pelanggannya, serta pasangan seks mereka. Pencegahannya masih kurang memadai.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Apa Itu Napza ?

Posted by pikkrrsman1pajangan pada Februari 4, 2010

Apa itu Napza ???

Ok pada kesempatan ini saya akan mengulas sedikit Napza, walaupun teman-teman mungkin sudah mengerti dari membaca, mendengar dll, tetapi kali ini saya mencoba menguraikannya lagi. Sebagai warga purbalingga seharusnya anti menggunakan Napza.

NAPZA merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. Sedangkan Narkoba adalah narkotika dan obat-obatan. Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial.

Pemerintah sendiri telah mengeluarkan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Beberapa jenis NAPZA yang populer digunakan di Indonesia :

  • Putau : tergolong heroin yang sangat membuat ketergantungan, berbentuk bubuk.
  • Ganja : berisi zat kimia delta-9-tetra hidrokanbinol, berbentuk tanaman yang dikeringkan.
  • Shabu-shabu: kristal yang berisi methamphetamine.
  • Ekstasi: methylendioxy methamphetamine dalam bentuk tablet atau kapsul.
  • Pil BK, megadon dan obat-obat depresan sejenis.

Berikut ini beberapa contoh jenis NAPZA yaitu

a. Kodein

b. Candu

c. heroin

d. Marijuana

e. Metadone

f. Shabu-shabu

Ciri-ciri ketergantungan Napza

  • Keinginan yang tak tertahankan untuk “MEMAKAI
  • Kecenderungan untuk menambah dosis.
  • Ketergantungan psikis.
  • Ketergantungan fisik, yaitu gejala putus obat (withdrawal syndrome).

Akibat penyalahgunaan Napza

  • Secara fisik: penggunaan NAPZA akan mengubah metabolisme tubuh seseorang.
  • Secara psikis: berkaitan dengan berubahnya beberapa fungsi mental, seperti rasa bersalah, malu dan perasaan nyaman yang timbul dari mengkonsumsi NAPZA.
  • Secara sosial: dampak sosial yang memperkuat pemakaian NAPZA. Proses ini biasanya diawali dengan perpecahan di dalam kelompok sosial terdekat seperti keluarga, sehingga muncul konflik dengan orang tua, teman-teman, pihak sekolah atau pekerjaan.

Efek lanjut penggunaan Napza

  • Dari kebutuhan untuk memperoleh NAPZA terus-menerus menyebabkan penyalahguna sering melakukan pelanggaran hukum.
  • Menurunnya bahkan menghilangnya produktivitas pemakai, apakah itu di sekolah maupun di tempat kerja. Penyalahguna akan kehilangan daya untuk melakukan kegiatannya sehari-hari.
  • Penggunaan jarum suntik secara bersama meningkatkan resiko tertularnya berbagai macam penyakit seperti HIV.
  • OVER DOSIS = Kematian

Ciri-ciri pengguna

a. Fisik

  • Berat badan turun drastis.
  • Mata cekung dan merah, muka pucat dan bibir kehitaman.
  • Buang air besar dan air kecil kurang lancar.
  • Sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas.
  • Tanda berbintik merah seperti bekas gigitan nyamuk dan ada bekas luka sayatan.
  • Terdapat perubahan warna kulit di tempat bekas suntikan.
  • Sering batuk-pilek berkepanjangan.
  • Mengeluarkan air mata yang berlebihan.
  • Mengeluarkan keringat yang berlebihan.
  • Kepala sering nyeri, persendian ngilu.

b. Emosi

  • Sangat sensitif dan cepat bosan.
  • Jika ditegur atau dimarahi malah membangkang.
  • Mudah curiga dan cemas
  • Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul atau berbicara kasar kepada orang  disekitarnya, termasuk kepada anggota keluarganya. Ada juga yang berusaha menyakiti diri sendiri..

c. Perilaku

  • Malas
  • Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga.
  • Menyendiri di kamar, toilet, gudang, kamar mandi, ruang-ruang yang gelap.
  • Nafsu makan tidak menentu.
  • Takut air, jarang mandi.
  • Sering menguap.
  • Sikapnya cenderung jadi manipulatif.
  • Sering bertemu dengan orang-orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam.
  • Selalu kehabisan uang, barang-barang pribadinya pun hilang dijual.
  • Suka berbohong dan gampang ingkar janji.
  • Sering mencuri baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun pekerjaan.

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.